Tampilkan postingan dengan label Karyaku di Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karyaku di Media. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Februari 2011

Bantu Bunda



Alhamdulillah kabar di akhir bulan yang menyenangkan, karena tarian kataku berupa cernak dimuat di Harian Solopos, Minggu 30 Januari 2011

Senin, 31 Januari 2011


Ini adalah buku antologi hasil tulisan para pemenang Lomba Menulis Kisah Kasih Ibu yang diadakan oleh Word Smart Center bekerjasama dengan Mizan. Banyak kisah terjadi sejak pengiriman naskah hingga buku ini terbit. Semua itu dapat mengasah hati dan pengalaman hidup saya terutama dalam hal mengikuti lomba dan menunggu pengumuman.

Behind the Book:

Saat lomba diadakan, alhamdulillah ide muncul dengan cepat dan dalam sehari tulisanku jadi. Setelah beberapa kali melakukan editing seraya meminta komentar suami, mantaplah hati saya untuk mengirimnya. Ini adalah lomba menulis kisah yang kedua (dalam taraf nasional), yang pernah saya ikuti. Watatita! Rupanya jaringan internet di rumah superlemot. Mungkin karena memakai program murah (satu jaringan buat lebih dari 10 rumah)! Beberapa kali saya harus mengulang proses pengiriman. Suami pun turun tangan melihat istrinya senewen sendirian.

Waktu berlalu, hari berganti (halah!), tibalah saat pengumuman itu. Saat itu saya baru saja pulang dari acara PKK. Saya meminta suami membukakan email saya untuk melihat apakah pengumuman sudah ditayangkan. Sebab sejak semalam saya pantau belum ada kabar.

Sreeet … saya dan suami menyusuri nama pemenang. Juara 1, 2, 3 … tak ada nama saya. Tring! Juara harapan II: Cinta dan Daya Bunda oleh SAPTORINI. “Eh, itu namaku jadi juara harapan.” Kataku pada suami. Aku tersenyum (pinginnya juara 1, hehe). “Selamat ya, bersyukur dong, paling tidak tulisan kamu dihargai.” Kata suamiku. Hehe … betul … betul! Apalagi ada nama Ifa Avianty setelah namaku! Banggaaanya ..eh … bersyukur ding dan tambah semangat untuk menulis lagi.

Hadiah berupa uang memang hanya diberikan kepada juara 1-3, sedangkan juara harapan mendapat paket buku dari Mizan. Pengiriman hadiah diwarnai sedikit kesalahpahaman karena paket yang dijanjikan belum juga sampai, berbulan-bulan dari yang dijanjikan. Alhamdulillah karena kesabaran dan pengertian dari Panitia Lomba, kekecewaan beberapa teman dan rasa penasaran saya bisa dikomunikasikan dengan baik.

Setelah hadiah, tentu saja saya (dan teman-teman) menunggu buku kami terbit. Alhamdulillah saya bekerja di penerbitan cukup lama, sehingga menyadari bahwa untuk menerbitkan sebuah buku butuh proses yang lumayan panjang. Penerbit punya perhitungan sendiri kapan sebuah buku akan diterbitkan.

Dan saat ini, meskipun kami belum menerima bukti terbit, tetapi melihat cover bukunya, rasanya sudah senang sekali. Kira-kira 2 tahun waktu yang dibutuhkan hingga tulisan kami diterbitkan. Lama? Ya. Maka resepnya adalah (nasihat dari teman Pabers): Tulis, Kirim, Lupakan!

Terima kasih untuk Panitia Lomba, WSC, juga Mizan atas usahanya menerbitkan antologi ini.

Kamis, 27 Januari 2011

Cerpen


Pertama kali majalah GirlieZone hadir, saya diminta bantuan untuk menjadi salah satu tim redaksi. Karena edisi perdana, maka pimred meminta seluruh tim membuat cerpen, ditambah satu cerpen dari luar. Karena launching perdana bertepatan dengan "valentine", maka diharap temanya juga tentang valentine. Bukan untuk mendukung, justru mengcounter budaya tersebut. Jadilah cerpen "Secret Admirer" saya ini yang bercerita tentang Geng cewek SMA yg suka ngumpul di mushola. Mereka akan membuat aksi
Katakan Tidak untuk Valentine. Lebih lengkap bisa baca (kege-eran, emang siapa mau baca tulisanku? hohoho!) di www.rienaja.multiply.com.

Dalam edisi perdana tersebut, tarian kata berupa cerpen saya dimuat bareng cerpennya Deasylawati "Valentine in Action", dan Sinta Yudisia "Slow Motion Girl".
Oya, tukang gambarnya itu Kang Nassirun Purwokartun, lho!

Sabtu, 08 Januari 2011

Tarian Kataku di Majalah Gizone


"Mbak, punya cerpen bertema Ramadhan, gak?" tanya redaktur majalah Gizone, Aris Adenata.
"Ada, tapi mungkin perlu revisi." kataku.
"Oke, besok kirim, ya."
Akhirnya setelah semalam menari di atas keyboard, jadilah cerpen ini. Sebenarnya cerpen ini pernah saya kirim ke media, tapi saya tunggu selama setahun tak dimuat. Awalnya cerpen ini berjudul "Janji Bu Tanti", tetapi redaksi Gizone menggantinya dengan judul "Sebuah Janji".

Kamis, 06 Januari 2011

Karyaku dimuat di Ummi


Salah satu tarian kata yang berbentuk cerpen ini saya buat di tahun 2009. Niatnya untuk mengikuti lomba penulisan cerpen anak yang diadakan oleh majalah Ummi. Ketika tiba pengumuman ternyata cerpen saya bukan masuk dalam daftar pemenang. Yaahhh, kecewa juga sih. Soalnya saya kan belum pernah mengikuti lomba-lomba begitu. Harapan masih ada hehe... siapa tahu cerpen saya layak muat.

Nah, pada suatu sore di tahun 2010, saya mendapat amplop dari majalah Ummi. Isinya satu majalah Ummi. Hadoh, saya sempat bingung karena selama ini saya berlangganan ke teman saya dan tidak pernah ke marketing Ummi secara langsung. Padahal sore tadi saya juga sudah membeli Ummi dari teman saya.

Usai shalat Maghrib, masih tanda tanya tentang Ummi, saya buka-buka hal demi hal. Kebiasaan saya memang begitu sebelum membaca isinya secara intens. Dan ... lhoh, ada cerpen saya dan nama saya (tentu saja , kan yang nulis hihi...). Saya masih tidak percaya. Suami dan anak saya pun ikut melihat. Oalaaahh .... ternyata naskah lomba saya masuk dalam naskah layak muat to!

Alhamdulillah, kejutan di bulan Januari 2010, karena sebenarnya saya sudah tidak memikirkan cerpen ini setelah tidak lolos jadi pemenang. Secara sudah lewat setahun gitu! Tapi, terimakasih Ummi. Tunggu cerpenku lagi, ya!