Tampilkan postingan dengan label lomba 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lomba 2011. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Mei 2011

LMCR - 6: Lomba Menulis Fiksi Paling Bergengsi

Raih Hadiah Total Rp 95 Juta

+

ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD

Syarat-Syarat Lomba

  1. Lomba ini terbuka untuk pelajar SLTP (Kategori A), SLTA (Kategori B) dan Mahasiswa/Guru/Umum (Kategori C) dari seluruh Indonesia atau mereka yang sedang studi/bertugas di luar negeri
  2. Lomba dibuka 21 April 2011 dan ditutup 21 September 2011 (stempel pos)
  3. Tema Cerita: Dunia remaja dan segala aspek serta aneka rona kehidupannya (cinta, kebahagiaan, kepedihan, kekecewaan, harapan, kegagalan, cita-cita, persahabatan, pengalaman unik, petulangan maupun perjuangan hidup)
  4. Judul bebas, tetapi mengacu pada tema Butir 3
  5. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu judul. Judul boleh menggunakan bahasa asing
  6. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik, benar dan indah (literer). Bahasa daerah, bahasa prokem, bahasa gaul dan bahasa asing boleh digunakan untuk dialog (bukan narasi)
  7. Naskah yang dilombakan harus asli, bukan jiplakan dan belum pernah dipublikasikan
  8. Ketentuan naskah:
  1. Ditulis di atas kertas ukuran kuarto atau A-4, ditik berjarak spasi 1,5 spasi, huruf 12 font Times New Roman, margin kiri-kanan rata maksimal 3Cm
  2. Panjang naskah 6 (enam) – 10 (sepuluh) halaman, diprint 3 (tiga) rangkap (copy) disertai file dalam CD
  3. Naskah disertai sinopsis, biodata singkat pengarang dan foto dalam pose bebas ukuran postcard. Lampiran lainnya: Fotocopy KTP/SIM atau Kartu Pelajar/Mahasiswa dan Kartu Keluarga (pilih salah satu)
  4. Setiap judul naskah yang dilombakan wajib dilampiri 1 (satu) kemasan LIP ICE jenis atau saja atau segel SELSUN jenis apa saja
  5. Naskah yang dilombakan beserta lampirannya dimasukkan ke dalam amplop tertutup, cantumkan tulisan PESERTA LMCR-2011 sesuai dengan kategorinya pada bagian kanan atas amplop
  6. Naskah dan persyaratan (Butir e) dikirim ke alamat:

Panitia LMCR-2011 ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD

Jalan Gunung Pancar No.25 Bukit Golf Hijau, Sentul City

Bogor 16810 – Jawa Barat

  1. Hasil lomba diumumkan 15 Oktober 2011 melalui website: www.rayakultura.net dan www.rohto.co.id
  2. Keputusan Dewan Juri bersifat final dan mengikat
  3. Naskah yang masuk ke Kotak Pos Panitia LMCR-2011 menjadi milik PT ROHTO, hak cipta milik pengarangnya
  4. Informasi lebih lanjut silakan e-mail ke: lmcr.kelima@gmail.com

Hasil Lomba dan Hadiah Untuk Para Pemenang

Pajak hadiah para pemenang ditanggung PT ROHTO Laboratories Indonesia

Kategori A (Pelajar SLTP)

  • Pemenang I – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
  • Pemenang II – Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Pemenang III – Uang Tunai Rp 2.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 5 (lima) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari PT ROHTO + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 15 (lima belas) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapat 1 (satu) Unit TV

Kategori B (Pelajar SLTA)

  • Pemenang I – Uang Tunai Rp 5.000.000,- + ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
  • Pemenang II – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Pemenang III – Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 5 (lima) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 15 (lima belas) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari PT ROHTO + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 50 (lima puluh) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapat 1(satu) Unit TV

Kategori C (Mahasiswa/Guru/Umum)

  • Pemenang I – Uang Tunai Rp 7.000.000,- + ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
  • Pemenang II – Uang Tunai Rp 6.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Pemenang III – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.500.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 20 (dua puluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dariPT ROHTO + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 200 (dua ratus) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
Seluruh pemenang mendapat Antologi LMCR-2011 dan Buku TELAGA INSPIRASI MENULIS FIKSI karya Naning Pranoto

Senin, 25 April 2011

Pemenang Lomba Dongeng Sarikata.com 2011

Alhamdulillahirobbil ‘alamin …

Itulah kata pertama yang kami ucapkan ketika kegiatan lomba Menulis Cerita Anak (Dongeng) Sarikata.com 2011 telah berakhir pada tanggal 31 Maret 2011 kemaren.
Begitu banyak rahmat dan rejeki serta karunia dari Allah SWT sehingga kegiatan Lomba Menulis Cerita Anak (Dongeng) Sarikata.com 2011 ini dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Jumlah peserta lomba yang telah berhasil terkumpul di kegiatan ini adalah 153 peserta. Hal ini menunjukkan begitu antusias para peserta untuk dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang sangat bermanfaat untuk generasi masa depan bangsa.
Tidak lupa juga begitu banyak pihak Sponsor yang ikut berpartisipasi sehingga kegiatan ini dapat terwujud dan terlaksana sesuai dengan rencana.
Kriteria penilaian yang digunakan oleh Dewan Juri Sarikata.com adalah sebagai berikut :
  1. Pemakaian Bahasa yang sederhana, mudah dimengerti oleh anak-anak usia 3-10 tahun. Tidak memakai gaya bahasa yang njelimet, tidak memakai kata majemuk bertingkat yang sulit, dan pilihan kata-kata (diksi) menarik buat anak-anak.
  2. Tata Bahasa mencakup struktur kalimat, paragraf, EYD (tanda baca, dll) benar.
  3. Penggunaan kosakata yang baik, tidak mengandung kata-kata ‘tabu / jorok’, yang tidak cocok untuk diperdengarkan kepada anak-anak.
  4. Gaya bercerita yang menarik.
  5. Tema sesuai dengan yang diberikan.
  6. Pesan moral: ada manfaat tulisan bagi pembaca terutama hubungannya dengan teknologi tepat guna.
  7. Genre tulisan adalah DONGENG.
Definisi dongeng menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:
  • do·ngeng /dongĂ©ng/ n 1 cerita yg tidak benar-benar terjadi (terutama tt kejadian zaman dulu yg aneh-aneh): anak-anak gemar mendengarkan — Seribu Satu Malam; 2 ki perkataan (berita dsb) yg bukan-bukan atau tidak benar: uraian yg panjang itu dianggapnya hanya — belaka;
    – sasakala cerita zaman dahulu (spt cerita para dewa);
Sebagian besar peserta tidak mencari tahu terlebih dahulu definisi dongeng, jadi kalau cerita biasa, akan sama dengan cerpen anak. Menurut diskusi kami dengan seorang teman, (Peneliti di Balai Bahasa) yang tidak memenuhi unsur dongeng seharusnya gugur.
Tema: Teknologi Tepat Guna dan Bermanfaat dalam Kehidupan Sehari-hari.
Sebagian besar peserta tampaknya tidak memahami dan tidak berusaha mengerti terlebih dahulu definisi teknologi tepat guna. Padahal sangat mudah untuk tahu dengan internet.
Dari Wikipedia:
Teknologi tepat guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan. Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif minimalis dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan.
Istilah ini biasanya digunakan di dalam dua wilayah: memanfaatkan teknologi paling efektif untuk menjawab kebutuhan daerah pengembangan, dan memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan dan ramah sosial di negara maju.
Cerita Dongeng yang masuk kebanyakan hanya seputar teknologi internet, HP dan komputer. Padahal masih banyak teknologi tepat guna dalam keseharian. Kurang kreativitas secara umum.
Banyak yang kurang hati-hati terhadap EYD dan tanda baca, juga kerapian paragraf. (Penulis yang tidak peduli EYD seharusnya gugur, karena tidak menghargai Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, apalagi Dewan Juri)
Yap cukup sudah kata pengantar dari kami. Terima kasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan untuk :
Para Sponsor yang telah membantu dan memberikan dukungan, donasi, serta partisipasinya sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Sponsor kegiatan lomba dongeng ini antara lain :
    1. Kompas
    2. Rumah Sakit Kanker Dharmais
    3. Yayasan Pita Kuning Indonesia
    4. Kid Enterprise
    5. Radio Bahana
    6. oPulsaku.com
    7. Munjalindra Software
    8. Kang MatahariTimoer
    9. Eyang Anjari
    10. Mbak Julie
Para Dewan Juri yang telah meluangkan waktunya untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, yaitu (alphabet order) :
    1. Adhani
    2. Akang Aziz
    3. Anjari
    4. Conan
    5. Dea
    6. Diary25
    7. Julie
    8. MatahariTimoer
    9. PutirenoBaiak
Para teman dan sahabat yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini yang dengan gigih dan tanpa pamrih telah berjuang bersama-sama demi terwujudnya kegiatan ini. Mereka itu antara lain :
    1. Bapak Bramandjojo & Ibu Siwi
    2. Mbak Kumala Iman Dina & Teams
    3. Mas Dwi Prasetyo
    4. Mbak Meiy Desmerry
    5. Kang MatahariTimoer
    6. Dan masih banyak lagi teman, sahabat, rekan dan partner lainnya yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu disini.

DAFTAR PEMENANG LOMBA MENULIS CERITA ANAK (DONGENG) SARIKATA.COM 2011 :
JUARA 1 :
Moringa untuk Dida Panda – Yudith Fabiola (Nomor 60)
Hadiah : Piala + Uang tunai Rp 500.000,- + Pulsa Elektrik Rp 150.000,- + Paket Hadiah
JUARA 2 :
Air untuk Negeri Angin – Nurul Rahmawati (Nomor 73)
Hadiah : Piala + Uang tunai Rp 250.000,- + Pulsa Elektrik Rp 100.000,- + Paket Hadiah
JUARA 3 :
Kotoran Ajaib di Negeri Hijau – Melia (Nomor 67)
Hadiah : Piala + Uang tunai Rp 100.000,- + Pulsa Elektrik Rp 50.000,- + Paket Hadiah
PAKET HADIAH (JUARA 1 – 3)(masing-masing mendapatkan) :
  1. Buku EKSPEDISI WALISONGO, Menyerap Sejarah Dalam Legenda, Karya MatahariTimoer
  2. Buku INSPIRASI NEGERI, Sumbangan dari Anjari
  3. Buku GERHANA COKLAT, Karya Yuliasih Puji Rahayu Hardy
JUARA HARAPAN 1 : Biji Penjernih Ajaib Bawang Putih – Cicik (Nomor 94)
JUARA HARAPAN 2 : Ladang Kecil dibawah Awan – Jumialely (Nomor 131)
JUARA HARAPAN 3 : Laptop Khusus untuk Rhena – Saptorini (Nomor 28)
Hadiah Juara Harapan :
Masing-masing mendapatkan uang tunai sebesar Rp 50.000,- + Buku POTRET KONSTITUSI PASCA AMANDEMEN UUD 1945, Karya A.M. Fatwa
SELAMAT kepada para pemenang lomba Menulis Cerita Anak (Dongeng) Sarikata.com 2011 diatas. Mohon untuk melakukan konfirmasi ke alamat email admin@sarikata.com untuk info lebih lanjut, dan untuk para peserta yang kurang beruntung kali ini, jangan putus asa, tidak perlu patah arang. Tetap semangat dan teruslah menulis untuk kemajuan dan kebaikan bersama.
Sampai jumpa lagi dilain waktu dan kesempatan. Terima kasih atas partisipasi dan perhatiannya selama berlangsungnya lomba ini. Tetap STAY TUNE di Sarikata.com, Kumpulan Intisari Cerita Terbesar di Indonesia.

Selasa, 12 April 2011

Sayembara Penulisan Novel Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) 2011

"Ketua Komite Sastra DKJT Mukti Sutarman"


Deadline: 5 Mei 2011 (cap pos atau diantar langsung)


DKJT Adakan Sayembara Penulisan Novel

Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) akan mengadakan Sayembara Penulisan Novel 2011. Sayembara ini merupakan program Komite Sastra DKJT tahun ini dan diharapkan bisa menjadi rangsangan bagi kreativitas pengarang Jawa Tengah dalam penulisan novel.

Syarat-syarat:
1. Peserta adalah warga negara Indonesia yang tinggal di Jateng dan dibuktikan dengan foto kopi KTP.
2. Naskah belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang diikutkan dalam sayembara serupa.
3. Naskah agar ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik.
4. Karya asli, bukan saduran, bukan pula jiplakan.
5. Panjang naskah minimal 100 halaman kuarto, 1,5 spasi, times new roman 12 pt.
6. Tema bebas.
7. Peserta menyertakan biodata dan alamat lengkap dalam lembar tersendiri, di luar naskah.
8. Empat salinan naskah yang diketik dan dijilid dikirim kepada Panitia Sayembara Menulis Novel DKJT 2011, PKJT, Kompleks Puri Maerakaca, Tawang Mas, Semarang.

Batas akhir pengiriman naskah 5 Mei 2011 (cap pos atau diantar langsung).

HADIAH:

Pemenang I : Rp 7,5 juta
Pemenang II : Rp 5 juta
Pemenang III: Rp 2,5 juta

Sedangkan untuk tiga pemenang harapan masing-masing mendapatkan Rp 1,5 juta.


Dewan juri:
1. Yudiono KS
2. Triyanto Triwikromo
3. S Prasetyo Utomo

Sayembara ini tertutup bagi pengurus DKJT

sumber: http://hujanangin.blogspot.com/2011/04/sayembara-penulisan-novel-dewan.html

Jumat, 18 Maret 2011

Sarikata.com, Lomba Cerita Anak, Dongeng, 2011

Pangeran Zoran dan Pemotong Sayuran

Pangeran Zoran akhir-akhir ini terus berpikir. Wajahnya yang tampan tampak berkerut-kerut memikirkan sesuatu yang berat.

Keluhan para koki istanalah yang membuatnya murung. Setiap hari, selalu saja ada salah satu koki yang teriris jarinya saat memotong sayuran, daging, atau buah. Apalagi jika istana sedang mengadakan pesta atau jamuan makan untuk para raja dari kerajaan tetangga.

Para kokilah yang paling sibuk dan menderita, karena tangan-tangan mereka yang harus cepat menyiapkan makanan menjadi sasaran pisau yang tajam.

“Hati-hatilah, Dayang Mareta.” Kata kepala koki saat Dayang Mareta mengaduh karena jari telunjuknya teriris pisau. Dia sedang memotong sayuran yang menggunung di salah satu sudut dapur.

“Aku sudah hati-hati, tapi aku juga harus mengiris cepat-cepat agar saat jamuan makan, semuanya sudah beres.” Dayang Mareta membela diri.

*****

Pangeran Zoran merasa prihatin dengan keadaan di dapur, terutama Dayang Mareta. "Aku harus berbicara dengan Paman Guru. Biasanya dia dapat membantu dengan pengetahuan dan pengalamannya yang banyak."

Ketika bertemu Paman Guru, Pangeran Zoran pun menceritakan keluhan para koki istana. Paman Guru termenung lama. Dahinya berkerut-kerut, kepalanya mendongak ke langit.

“Aha! Paman Guru. Aku punya ide, tapi ….” Tiba-tiba Pangeran Zoran berseru. Meski kemudian menjadi ragu.

“Tapi apa, Pangeran?”

“Aku tak tahu bagaimana caranya mewujudkan ideku ini, Paman.”

“Apa sebenarnya ide Pangeran itu?” Paman Guru bertanya tak sabar.

“E … mungkin akan lebih baik jika ada alat pemotong sayuran otomatis.” Pangeran menjawab tak yakin.

“Masalahnya … bagaimana cara membuatnya, Paman?”

“Wah … ide Pangeran sangat cemerlang. “ Paman Guru menegakkan badannya karena semangat. “Kita kan bisa mencarinya di internet, Pangeran.”

“Benar, Paman! Semoga kita mendapatkan beritanya?”

Klik! Selanjutnya, Pangeran Zoran dan Paman Guru asyik di depan layar komputer.

“Paman, coba baca ini!” Pangeran mengubah posisi duduknya.

Mereka berdua mencermati sebuah berita tentang penemuan alat pemotong sayuran dari barang-barang bekas. Sayangnya tak ada petunjuk cara membuatnya.

“Kita bisa mencoba membuatnya sendiri, kan, Paman.” Pangeran Zoran masih menatap layar komputer.

“Bisa saja, sekalian mengasah kreativitas Pangeran.” Paman Guru tersenyum menggoda.

Tanpa menunda waktu, Pangeran dengan penuh semangat mencari alat-alat dan bahan yang dibutuhkan. Karena baru akan mencoba, Pangeran banyak memanfaatkan barang yang ada di gudang Istana. Penjaga Gudang sampai keheranan melihat Pangeran sibuk memilih barang-barang di gudang yang kebanyakan sudah kotor, berkarat, dan bau.

Berhari-hari Pangeran dan Paman Guru tak keluar dari ruang eksperimen milik Istana. Mereka keluar hanya saat makan atau tidur saja. Akhirnya setelah beberapa kali percobaan dan perbaikan, mesin pemotong sayuran itupun dapat bekerja dengan sempurna.

******

Dapur istana lebih ramai daripada biasanya. Bertumpuk-tumpuk sayuran, daging, telur, dan buah memenuhi ruangan. Istana memang akan menggelar pesta. Kali ini benar-benar istimewa. Pesta Ulang Tahun Pangeran Zoran. Lebih istimewa lagi karena Dayang Mareta dan yang lain, terutama kepala koki tak lagi mengomel atau mengeluh. Suara mesin terdengar di depan Dayang Mareta yang sibuk memasukkan sayuran ke dalamnya. Betul. Mesin buatan Pangeran Zoran benar-benar membantu pekerjaan koki istana. Dalam sekejap, berbagai sayuran dan cabai telah terpotong sempurna tanpa menyebabkan luka di jari koki seperti biasanya.

“Semuaaa …. siapkan nampan, karena pesta ulang tahun Pangeran akan segera dilmulai.” Komando kepala koki.

Dengan cekatan, para koki membawa nampan berisi berbagai makanan ke ruang makan istana yang luas dan indah. Pangeran Zoran dan Paman Guru tersenyum senang.

“Biasanya selalu saja ada balutan di salah satu jari Dayang Mareta.” Bunda Ratu berbisik kepada Raja lalu tersenyum kepada Pangeran Zoran.

Pangeran Zoran balas tersenyum. Hatinya berbunga-bunga. Semua penghuni istana juga tahu, semua itu tentu saja berkat mesin pemotong sayur karya Pangeran Zoran, kan!

***cerpen ini ditulis dalam rangka mengikuti lomba yang diadakan oleh:


Sarikata.com, Lomba Cerita Anak, Dongeng, 2011


LAPTOP KHUSUS UNTUK RENA
Rena tertatih-tatih menyusuri jalanan bersama dua sahabatnya, Ika dan Aisy. Tongkat putihnya ke kanan ke kiri, membantunya agar tak tersandung, atau terperosok di lubang, atau menabrak pepohonan. Seharusnya Rena menunggu Mbak Sih, pembantu di rumah sekaligus bertugas mengantar dan menjemput Rena ke sekolah. Tapi Rena suka tak sabar. Maka Rena memaksa ikut pulang bersama dua sahabatnya itu. Sebenarnya dia lebih suka jalan kaki juga. Lagi pula, jarak sekolah ke rumah kan tidak terlalu jauh. Mama saja yang terlalu khawatir, sehingga Rena dilarang ke sekolah sendirian.
“Aduh Mbak Rena, kenapa enggak menunggu saya?” Mbak Sih menghentikan motornya di sisi Rena.
“Mbak Sih lama banget, sih.” Rena duduk di belakang Mbak Sih. “Lagian, sekali-sekali pulang jalan kaki, kan, asyik Mbak. Bisa sambil ngobrol sama Ika dan Aisy.”
*****
Mata Rena menyipit, berkedip-kedip. Matanya mulai perih. Hidungnya hampir menempel di buku yang sedang dibacanya. Memang begitulah cara Rena agar dapat melihat huruf-huruf di dalam buku. Rena menderita low vision, sehingga tak bisa melihat kecuali dengan jarak sangaaat dekat. Rena juga tak bisa melihat dengan jelas benda di sekitarnya. Makanya dia sering menabrak barang-barang di rumah, apalagi jika adiknya meletakkan mainan atau sepeda sembarangan.
Rena itu gadis yang pintar, lho. Juga penuh semangat. Makanya dia tak merasa minder saat Papa dan Mama memasukkannya di sekolah umum. Papanya ingin ia terbiasa dengan dunia yang lebih luas. Papa ingin Rena tetap percaya diri dengan kondisinya di antara teman-temannya yang lain.
Rena hobi banget membaca dan menulis. Tapi matanya menjadi kendala. Untunglah, Mbak Sih bersedia membacakan buku untuknya, jika Mama capek. Soalnya, kan, Rena sering pusing kalau harus baca sendiri.
“Eh, Ka, foto kamu di FB lucu banget, sih.” Aisy terkikik geli.
“Huh, tapi aku gak suka komennya Amira. Nyebelin banget, tahu.” Ika mengomel.
“Biarin aja, kan anaknya memang suka begitu. Suka ngiri. Eh, kamu dah gabung di SalingSapa belum?” Ika bertanya pada Aisy.
“Sudah dong!” Aisy menjawab cepat. Lalu mereka ngobrol lagi. Makin seru, sebab beberapa teman Rena yang lain ikut bergabung.
Sementara itu, seperti biasa, Rena pura-pura asyik membaca. Akhir-akhir ini ia sering mendengar percakapan mereka tentang fesbuk. Mereka asyik banget! Sekarang malah ada satu lagi yang mereka bicarakan. SalingSapa. Kayaknya itu, kan, yang diciptakan oleh anak kecil, anak Indonesia malah. Betul! Rena tahu, kok, waktu disiarkan di televisi.
Rena sedih. Ia merasa sendiri, nggak nyambung sama sahabatnya. Pernah Rena mencoba membuka-buka internet. Tapi baru sebentar sudah tidak tahan. Wajahnya terasa panas, kepalanya juga pusing berat. Bahkan sebenarnya Mama dan Papa melarang Rena pakai komputer. Bukan apa-apa, tapi Mama dan Papa khawatir Rena terkena radiasi. Soalnya wajah Rena harus sangat dekat ke layar komputer agar bisa melihat. Pokoknya radiasi itu sesuatu yang berbahaya buat tubuh manusia. Begitu yang diketahui Rena.
*****
“Ren, dicari Aisy, tuh.” Mama membuka pintu kamar Rena. Rena memeluk guling, matanya terpejam. Dia dengar, kok, suara Mama. Tapi dia pura-pura tidur. Dia lagi malas bertemu temannya, apalagi Aisy dan Ika, yang akhir-akhir ini selalu ngobrol tentang fesbuk. Rena sebel. Sedih. Mama menutup pintu kamar Rena pelan. Terdengar suara Mama memberitahu Aisy kalau Rena tidur.
“Sayang ….” Tangan Mama membelai rambut Rena. Mama, sih, tahu kalau sebenarnya Rena tadi tidak tidur. “Ada apa? Berantem sama Aisy?”
“Nggak, Ma?”
“Trus kenapa nggak mau ketemu Aisy?”
Rena menceritakan kesedihannya karena obrolan teman-temannya akhir-akhir ini tentang FB, Saling Sapa, YM, Chatting …! Rena masih merasa kesal. Rena merasa tak lagi punya sahabat.
“Apa lagi tahun depan, kan, Rena naik kelas Ma. Dan di kelas besok, mulai ada pelajaran komputer.” Mata Rena basah.
Mama memeluk Rena. Mama sedih sekaligus bingung.
*****
Hari Minggu, Papa dan Mama mengajak Rena dan Rendi, adiknya, ke Jogja. Mungkin ke rumah Om Wija, adik Papa, pikir Rena. Ternyata Papa mengajak ke tempat lain. Kayaknya teman Papa kuliah dulu. Namanya Om Surya. Setelah ngobrol beberapa saat, Om Surya membawa sesuatu dari dalam kamarnya. Samar-samar Rena melihat kayak laptop Papa di rumah.
“Jadi, kamu ingin bisa fesbukan seperti temanmu?” Kata Om Surya. Lho, kok, tahu? Pasti Mama cerita ke Papa, trus Papa cerita ke temannya. Ih, jadi malu.
“Dengan laptop ini, kamu bisa, kok, main fesbuk kayak temen-temenmu.” Tangan Om Surya menekan tombol power.
“Yang bener, Om?” Rena tak percaya. Jangan-jangan Om Surya nggak tahu kalau Rena hanya bisa melihat dalam jarak sangat dekat.
“Iya, Rena. Ini komputer khusus. Komputer ini dirancang khusus untuk mereka yang sulit melihat atau tuna netra. Komputernya mempunyai program screen reader atau pembaca layar.” Om Surya rupanya seorang ahli teknologi komputer. Beliau juga sering diminta mengajarkan program komputer ini untuk guru-guru sekolah tuna netra agar mereka dapat mengajarkan juga pada muridnya.
Rena bingung tapi senang. Senang banget, sampai-sampai jantungnya seperti naik turun dengan cepat.
Lalu Om Surya mulai menerangkan macam-macam tentang komputer itu. Ternyata komputer itu dibuat agar bisa “membaca dan mendengar”. Saat Rena menekan tombol atau mengarahkan mouse maka muncul suara dari komputer itu. Jadi, Rena tahu tanpa harus melihat. Hebat ya! Papa dan Mama berkali-kali berdecak kagum. Kata Om Surya, di negara maju, banyak penyandang tuna netra, termasuk low vision seperti Rena yang sudah menggunakan komputer jenis ini. Kalau di Indonesia baru beberapa saja. Belum banyak.
“Nanti, Rena harus belajar mengetik sepuluh jari dulu. Sebab biar Rena gak usah repot melihat huruf-huruf di keyboard.” Kata Om Surya.
Dan hari itu, Rena sudah melupakan segala kesedihannya. Sebentar lagi, berarti ia juga bisa main fesbuk seperti teman-temannya.
“Tapi, saran Om sih, Rena sebaiknya membuka internet untuk menambah ilmu pengetahuan. Banyak banget ilmu yang bisa kita ambil dari internet. Sayang lho, kalau waktunya habis hanya untuk main fesbuk aja. Apalagi harga komputernya, kan, gak murah.”
*****
Tiap hari Rena belajar mengetik sepuluh jari di rumah. Mama menjadi pemandunya. Tapi, kapan ya Papa membelikan Rena laptop kayak punya Om Surya? Rena tahu kalau harganya mahal, makanya dia tidak berani mendesak Papa untuk membelikan cepat-cepat.
Rena bangun pagi dengan malas. Kemarin dia menerima rapor kenaikan kelas, dan masuk 5 besar. Tapi sampai saat ini tak ada tanda-tanda Papa akan membelikan laptop untuknya. Ngapain dulu sampai ke rumah Om Surya segala! Ngapain belajar mengetik sepuluh jari juga! Dari kemarin Rena banyak di kamar. Rena baru sedih.
Rena hendak berniat keluar kamar ketika samar-samar dia melihat sebuah bungkusan lumayan besar di atas mejanya. Ia mendekat dan merabanya. Ada pita di atasnya. Kotak itu juga agak berat saat diangkat. Rena mendekatkan wajahnya dan melihat tulisan di atas kertas yang ditempel dekat pita.
Untuk Rena
Love u
Papa-Mama-Rendi
Penasaran, tangan Rena membuka bungkusan itu. Jantungnya terasa berdetak lebih cepat. Laptop!
“Papa … Mama …!” Rena cepat-cepat keluar kamar mencari Mama dan Papa.
“Aawww!” Rena berteriak kaget karena menabrak adiknya.
Tapi Rena malah langsung memeluk mamanya erat-erat yang sedang membawa segelas teh untuk Papa. Sementara Rendi mengusap-usap pantatnya yang kesakitan.
Laptop kini adalah sahabat Rena. Bukan untuk fesbukan saja, lho. Nasihat Om Surya selalu diingat Rena. Satu harapan Rena, dia ingin agar teman-teman yang sama sepertinya dapat menikmati teknologi ini. Kalau perlu gratis! Tapi … apa kalian tahu caranya?

Jumat, 25 Februari 2011

Lomba Resensi 2011

copas dari Goodreads nih:

description

Ketentuan:
1. Terbuka untuk umum
2. Panjang resensi 3.000 karakter
3. Mengirimkan identitas diri
4. Resensi dikirim ke alamat: email pik@kompas.co.id, waktu pengiriman: 24 Februari 2011 s.d. 11 Maret 2011

Pengumuman pemenang: Rubrik Kompas Muda, edisi Jumat 18 Maret 2011

Hadiah:
Pemenang 1: Netbook Asus + paket buku
Pemenang 2: Rp1 juta + paket buku
Pemenang 3: Rp500ribu + paket buku

Kunjungi blog penulisnya di sini:
http://margarittta.multiply.com/photos/h...