Tampilkan postingan dengan label Kabar Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Buku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Juni 2014

(BUKAN) SALAH WAKTU --Nastiti Denny

Cerita

Novel ini (BSW) bercerita tentang kehidupan pernikahan Sekar  dan  Prabu. Setelah dua tahun menikah, Sekar memutuskan resign dari perusahaan dan mengurus rumah. Sayangnya, menjadi ibu rumah tangga bukan hal mudah. Tak hanya gagap di dapur, Sekar juga merasa tak berguna. Pertanyaan-pertanyaan dari Ibu dan mertuanya membuat Sekar merasa tertekan.
Usaha Sekar belajar masak percuma karena kesibukan Prabu. Saat hubungan mereka sedikit renggang, kabar dari ibu Sekar membuat Prabu marah. Belum selesai satu persoalan, Sekar menerima ‘bom’ dari Bram. Melalui Bram, nama “Larasati” muncul dan menjadi pusaran konflik novel ini. 
Keutuhan rumah tangga mereka dipertaruhkan. 
Apakah memilih berpihak pada rasa "sesal" atau memaafkan masa lalu?


Review

Saat menemukan BSW di Gramedia, saya tersenyum. ‘Tanda kurung’ untuk judul novel rupanya cukup diminati. Lihat saja Coupl(ov)e-nya Rhein Fathia atau Me (Mories)-nya Nay Sharaya. Cover novel standar, tidak bagus sekali tapi juga tidak buruk. Blurb cukup mengundang rasa penasaran dan syukurlah tidak melenceng dari isinya.

Kisah dibuka dengan mimpi buruk Sekar karena dihantui masa lalu. Bagian prolog berhasil menggiring saya membuka halaman berikutnya. Dari prolog saya dibuat penasaran dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada Sekar. Prolog memang menempati peran signifikan dari sebuah buku karena dari sana pembaca 'biasanya’ memutuskan apakah akan meletakkan buku itu atau meneruskan membaca bahkan hingga selesai.

Aneh, gagap, tapi harus bertahan pada keputusannya. Itulah yang dialami Sekar sejak hari pertamanya resign. Keinginan memberikan ‘service’ terbaik untuk suaminya justru berantakan. Bangun kesiangan, tak becus memasak, hingga sang asisten dirasakan dominan berperan dalam rumahnya. Sekar belajar keras menjadi istri “sempurna” di mata Prabu. Sayangnya, Prabu yang supersibuk karena kenaikan jabatan tak punya waktu untuk menikmati hasil kerja keras sang istri.

Di tengah perasaan kecewa, jobless, dan tak berguna, Sekar bertemu Bram. Pegawai bank, tampan, jangkung, dengan senyum menawan. Tak disangka, Bram membawa kisah masa lalu tentang Larasati. Kisah yang membuat Sekar (dan wanita lain) akan hancur jika mengalaminya. 

Sekar digambarkan sebagai sosok perempuan pendiam, setia, dan berkepala dingin sehingga bersikap elegan menyikapi persoalannya. Sayangnya penulis tidak memberikan deskripsi fisik yang lebih jelas tentang Sekar. Sosok Sekar dan Prabu terasa samar, selain Sekar berkulit langsat dan Prabu berbadan kekar. Justru Bram (tokoh sampingan) digambarkan secara detail di halaman 34.
Sejak kemunculan Bram saya sudah berharap dia akan tampil sebagai tokoh bad boy. Bram berpotensi membuat cerita lebih asyik dan konflik lebih memuncak. 

BSW mengambil setting Jakarta dan sedikit kota Bandung. Deskripsi setting cukup detail, sehingga saya bisa membayangkan seperti apa rumah Sekar-Prabu serta isi di dalamnya.
Alur maju dalam BSW rapi, nyaman diikuti. Sedikit mengganggu adalah kisah masa lalu yang ditulis dengan font italic sampai beberapa halaman membuat mata pedas. Cukup memberikan ikon tertentu, pembaca akan paham bahwa plot yang dimaksud adalah kejadian masa lalu.

BSW minim dialog. Narasi dengan PoV 3 terbatas dari Sekar (dan hanya sedikit dari sudut pandang Prabu) sangat dominan. Gaya narasinya membuat saya seperti mendengarkan orang lain bercerita tentang hidup Sekar. Ada jarak antara saya dengan tokoh-tokoh di dalam novel ini, sehingga rasa simpati susah muncul. Jika penulis menggunakan sudut pandang dua orang pertama (Sekar dan Prabu) saya yakin akan lebih menyentuh dan lebih kuat meninggalkan kesan.

Adegan Sekar menyelamatkan Wira dan perkelahian Bram dengan Prabu agak mirip sinetron.

Terlepas dari kekurangan dan ketidaktelitian, misalnya tentang pekerjaan Pak Toni (direktur perusahaan minyak atau pejabat penting di badan pertanahan?), novel ini punya kekuatan untuk tetap dibaca sampai akhir. Mengingat ini novel pertama penulisnya, saya yakin novel berikutnya akan jauh lebih bagus. 

Judul Buku: (Bukan) Salah Waktu
Penulis: Nastiti Denny
Penyunting: Fitria Sis Nariswari
Penerbit: Bentang Pustaka
Cet. : cet. I Des, 2014
Juml. Halaman: 248
ISBN : 978-602-7888-94-4
Keunggulan novel: PEMENANG Lomba Novel "Wanita dalam Cerita".


Senin, 06 Juni 2011

MAN BOOKER PRIZE

Inilah daftar penghargaan Man Booker Prize:
2011:

• Man Booker Prize International: Philip Roth
Karyanya belum diterjemahkan

2010: The Finkler Question karya Howard Jacobson
Belum diterjemahkan

2009:
Wolf Hall karya Hilary Mantel
Belum diterjemahkan

• Man Booker Prize International: Alice Munro
Karyanya belum diterjemahkan

2008: The White Tiger karya Aravind Adiga
Telah diterjemahkan:
The White Tiger
Penerjemah: ?
Terbit 2010 oleh Penerbit ANDI

2007: The Gathering karya Anne Enright
Belum diterjemahkan

2006: The Inheritance of Loss karya Kiran Desai
Telah diterjemahkan:
Senja di Himalaya (The Inheritance of Loss)
Penerjemah: Rika Iffati Farihah
Terbit 2007 oleh Hikmah (Mizan Publika)

2005: The Sea karya John Banville
Telah diterjemahkan:
The Sea
Penerjemah: ?
Terbit ? oleh Ufuk Press

2004: The Line of Beauty karya Alan Hollinghurst
Belum diterjemahkan

2003: Vernon God Little karya D.B.C. Pierre
Telah diterjemahkan:
Vernon God Little
Penerjemah: ?
Terbit ? oleh FreshBook

2002: Life of Pi karya Yann Martel
Telah diterjemahkan:
Kisah Pi (Life of Pi)
Penerjemah: Tanti Lesmana
Terbit Desember 2004 oleh Gramedia Pustaka Utama

2001: True History of the Kelly Gang karya Peter Carey
Telah diterjemahkan:

True History of the Kelly Gang (Jejak Sang Bromocorah)

Penerjemah: ?
Terbit Juli 2006 oleh Serambi

2000: The Blind Assassin karya Margaret Atwood
Belum diterjemahkan

1999: Disgrace karya J.M. Coetzee
Belum diterjemahkan

1998: Amsterdam karya Ian McEwan
Belum diterjemahkan

1997: The God of Small Things karya Arundhati Roy
Telah diterjemahkan: The God of Small Things
Penerjemah: A. Rahartati Bambang Haryo
Terbit 2002 oleh Obor (Yayasan Obor Indonesia)

1996: Last Orders karya Graham Swift
Belum diterjemahkan

1995: The Ghost Road (Regeneration, #3) karya Pat Barker
Belum diterjemahkan

1994: How Late It Was How Late karya James Kelman
Belum diterjemahkan

1993: Paddy Clarke Ha Ha Ha karya Roddy Doyle
Belum diterjemahkan

1992:
• The English Patient karya Michael Ondaatje
Belum diterjemahkan

• Sacred Hunger karya Barry Unsworth
Belum diterjemahkan

1991: The Famished Road karya Ben Okri
Telah diterjemahkan: The Famished Road
Penerjemah: Salahuddien Gz
Terbit 2007 oleh Serambi

1990: Possession karya A.S. Byatt
Belum diterjemahkan

1989: The Remains of the Day karya Kazuo Ishiguro
Telah diterjemahkan: The Remains of The Day (Puing-Puing Kehidupan)
Penerjemah: Femmy Syahrani
Terbit Januari 2007 oleh Hikmah (Mizan Publika)

1988: Oscar and Lucinda karya Peter Carey
Belum diterjemahkan

1987: Moon Tiger karya Penelope Lively
Telah diterjemahkan:
Harimau Bulan
Penerjemah: ?
Terbit 2009 oleh Serambi

1986: The Old Devils karya Kingsley Amis
Belum diterjemahkan

1985: The Bone People karya Keri Hulme
Belum diterjemahkan

1984: Hotel Du Lac karya Anita Brookner
Belum diterjemahkan

1983: Life and Times of Michael K karya J.M. Coetzee
Telah diterjemahkan:
Life and Times of Michael K: Kisah Hidup Michael K
Penerjemah: ?
Terbit Desember 2007 oleh Penerbit Jalasutra

1982: Schindler's List karya Thomas Keneally
Telah diterjemahkan:
Schindler's List
Penerjemah: ?
Terbit 2006 oleh Jalasutra

1981: Midnight's Children karya Salman Rushdie
Telah diterjemahkan:
Midnight's Children
Penerjemah: Yuliani Liputo
Terbit Oktober 2009 oleh Serambi

1980: Rites of Passage karya William Golding
Belum diterjemahkan

1979: Offshore karya Penelope Fitzgerald
Belum diterjemahkan

1978: The Sea the Sea karya Iris Murdoch
Belum diterjemahkan

1977: Staying On karya Paul Scott
Belum diterjemahkan

1976: Saville karya David Storey
Belum diterjemahkan

1975: Heat and Dust karya Ruth Prawer Jhabvala
Belum diterjemahkan

1974:
• The Conservationist karya Nadine Gordimer
Belum diterjemahkan

• Holiday karya Stanley Middleton
Belum diterjemahkan

1973: The Siege of Krishnapur karya J.G. Farrell
Belum diterjemahkan

1972: G. karya John Berger
Belum diterjemahkan

1971: In a Free State karya V.S. Naipaul
Belum diterjemahkan

1970: The Elected Member karya Bernice Rubens
Belum diterjemahkan

1969: Something to Answer for karya P.H. Newby
Belum diterjemahkan

sumber: Goodread


Jumat, 03 Juni 2011

Kalap Buku season 2

Waktu melewati jalan raya di depan tobuk Togamas, ada yang menarik. Apalagi kalau bukan "Buku Murah Mei". Baiklah, kesempatan ini tak baik untuk dilewatkan, bukan? Maka sehari kemudian, saya berhasil merayu suami untuk membawa saya ke sana.
Oh ... oh ... oh! Discount hingga 70 % adalah godaan kuat. Akhirnya setelah mengingat budget dan melakukan pertahanan diri, aku berhasil "hanya" membawa buku:

1. A Thousand Splendid Sun yang didiscount 40 %,
2. buku anak tulisan Kang Iwok (Prince Fahri yang bijaksana)
3. Jejak Kala (Aninditya S Thaif)

Nah, aku pikir, pertahananku cukup baik dengan hanya membawa tiga buku. Ternyata pada pertengahan bulan, suami ganti mengajakku ke tobuk yang sama. Tanpa direncana, aku menemukan:
4. Jurnal Perempuan dalam deretan majalah. Artikelnya cocok dengan yang saya butuhkan.

Godaan ternyata tak berhenti. Di akhir Mei, terdengar kabar bahwa ada Pameran Buku Nasional di Assalam Hipermart. Olala! Bagaimana bisa saya melewatkannya begitu saja, terlebih suami justru lebih antusias untuk ke sana. Dan akhirnya inilah hasil pilihan saya setelah menutup mata dari godaan yang lain:

5. "Little Woman" yang harganya jauh lebih murah. Padahal hampir saja aku beli lewat online.
6. Buku seri sesame street "Big Bird's Best Friend" dalam bahasa Inggris (untuk melengkapi koleksi Sesame Street di rumah)
7. buku kreativitas buat si kecil
8. Pohon Sakura (cerita anak, lupa nama penulisnya). Tertarik karena selama ini saya belum memiliki buku bersetting Jepang.

Nah ... nah ... diam-diam, sembari pulang saya masih membayangkan beberapa novel klasik yang harganya jauh di bawah toko. Dan dua hari kemudian, saya 'terpaksa' harus kembali ke sana. Bayangkan! Hasilnya adalah:

9. Pride and Prejudice
10. Mamimoma-nya Rosemary Kesauli.
11. Kabul Beauty School,
11. Khotbah di Atas Bukit (meski sudah menjadi bacaan wajib waktu kuliah, tapi saya ingin punya koleksinya. Dulu sih pinjam sana pinjam sini aja. Maklum mahasiswi berkantong tipis)

Huh ... kayaknya ini harus diakhiri, sebelum uangku benar-benar terkuras habis!

Senin, 30 Mei 2011

Daftar Peraih Pulitzer

copas dari Goodreads

PULITZER - FIKSI

2011: A Visit from the Goon Squad karya Jennifer Egan (Alfred A.. Knopf)
Belum diterjemahkan

2010: Tinkers karya Paul Harding (Bellevue Literary Press)
Belum diterjemahkan

2009: Olive Kitteridge karya Elizabeth Strout (Random House)
Belum diterjemahkan

2008: The Brief Wondrous Life of Oscar Wao karya Junot Diaz (Riverhead Books)
Belum diterjemahkan

2007: The Road karya Cormac McCarthy (Alfred A. Knopf
Telah diterjemahkan:
The Road: Jalan
Penerjemah: Sonya Sondakh
Terbit 2009 oleh PT Gramedia Pustaka Utama

2006: March karya Geraldine Brooks (Viking)
Belum diterjemahkan

2005: Gilead karya Marilynne Robinson (Farrar)
Belum diterjemahkan

2004: The Known World karya Edward P. Jones (Amistad/ HarperCollins)
Telah diterjemahkan:
The Known World (Dunia yang Kukenal)
Penerjemah: Meda Satrio
Terbit Juli 2006 oleh Serambi

2003: Middlesex karya Jeffrey Eugenides (Farrar)
Telah diterjemahkan:
Middlesex
Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
Terbit Juni 2007 oleh Penerbit Serambi

2002: Empire Falls karya Richard Russo (Alfred A. Knopf)
Belum diterjemahkan

2001: The Amazing Adventures of Kavalier Clay karya Michael Chabon (Random House)
Belum diterjemahkan

2000: Interpreter of Maladies karya Jhumpa Lahiri (Mariner Books/Houghton Mifflin)
Telah diterjemahkan:
1. Interpreter of Maladies (Penerjemah Luka)
Penerjemah: ?
Terbit 2006 oleh Gramedia Pustaka Utama

2. Penafsir Kepedihan (Interpreter of Maladies)
Penerjemah: ?
Terbit 2003 oleh Akubaca

3. Interpreter of Maladies
Penerjemah: ?
Terbit November 2002 oleh Jalasutra

1999: The Hours karya Michael Cunningham (Farrar, Straus & Giroux)
Telah diterjemahkan:
Penerjemah: ?
Terbit Januari 2008 oleh Penerbit Jalasutra

1998: American Pastoral karya Philip Roth (Houghton Mifflin)
Belum diterjemahkan

1997: Martin Dressler: The Tale of an American Dreamer karya Steven Millhauser (Crown)
Belum diterjemahkan

1996: Independence Day karya Richard Ford (Alfred A. Knopf)
Belum diterjemahkan

1995: The Stone Diaries karya Carol Shields (Viking)
Belum diterjemahkan

1994: The Shipping News karya E. Annie Proulx (Charles Scribner's Sons)
Belum diterjemahkan

1993: A Good Scent from a Strange Mountain karya Robert Olen Butler (Henry Holt)
Belum diterjemahkan

1992: A Thousand Acres karya Jane Smiley (Alfred A. Knopf)
Belum diterjemahkan

1991: Rabbit At Rest karya John Updike (Alfred A. Knopf)
Belum diterjemahkan

1990: The Mambo Kings Play Songs of Love karya Oscar Hijuelos (Farrar)
Belum diterjemahkan

1989: Breathing Lessons karya Anne Tyler (Alfred A. Knopf)
Belum diterjemahkan

1988: Beloved karya Toni Morrison (Alfred A. Knopf)
Belum diterjemahkan

1987: A Summons to Memphis karya Peter Taylor (Alfred A. Knopf)
Belum diterjemahkan

1986: Lonesome Dove karya Larry McMurtry (Simon & Schuster)
Belum diterjemahkan

1985: Foreign Affairs karya Alison Lurie (Random House)
Belum diterjemahkan

1984: Ironweed karya William Kennedy (Viking)
Belum diterjemahkan

1983: The Color Purple karya Alice Walker (Harcourt Brace)
Belum diterjemahkan

1982: Rabbit Is Rich karya John Updike (Knopf)
Belum diterjemahkan

1981: A Confederacy of Dunces karya John Kennedy Toole (a posthumous publication) (Louisiana State U. Press)
Belum diterjemahkan

1980: The Executioner's Song karya Norman Mailer (Little)
Belum diterjemahkan

1979: The Stories of John Cheever karya John Cheever (Knopf)
Belum diterjemahkan

1978: Elbow Room karya James Alan McPherson (Atlantic Monthly Press)
Belum diterjemahkan

1977: Tidak ada pemenang

1976: Humboldt's Gift karya Saul Bellow (Viking)
Belum diterjemahkan

1975: The Killer Angels karya Michael Shaara (McKay)
Belum diterjemahkan

1974: Tidak ada pemenang

1973: The Optimist's Daughter karya Eudora Welty (Random)
Belum diterjemahkan

1972: Angle of Repose karya Wallace Stegner (Doubleday)
Belum diterjemahkan

1971: Tidak ada pemenang

1970: Collected Stories karya Jean Stafford (Farrar)
Belum diterjemahkan

1969: House Made of Dawn karya N. Scott Momaday (Harper)
Belum diterjemahkan

1968: The Confessions of Nat Turner karya William Styron (Random)
Belum diterjemahkan

1967: The Fixer karya Bernard Malamud (Farrar)
Belum diterjemahkan

1966: Collected Stories karya Katherine Anne Porter (Harcourt)
Belum diterjemahkan

1965: The Keepers Of The House karya Shirley Ann Grau (Random)
Belum diterjemahkan

1964: Tidak ada pemenang

1963: The Reivers karya William Faulkner (Random)
Belum diterjemahkan

1962: The Edge of Sadness karya Edwin O'Connor (Little)
Belum diterjemahkan

1961: To Kill A Mockingbird karya Harper Lee (Lippincott)
Telah diterjemahkan:
1. To Kill A Mockingbird: Novel Tentang Kasih Sayang dan Prasangka
Penerjemah: Femmy Syahrani
Terbit 2006 oleh Qanita (Mizan Group)

1960: Advise and Consent karya Allen Drury (Doubleday)
Belum diterjemahkan

1959: The Travels of Jaimie McPheeters karya Robert Lewis Taylor (Doubleday)
Belum diterjemahkan

1958: A Death In The Family karya James Agee (a posthumous publication) (McDowell, Obolensky)
Belum diterjemahkan

1957: Tidak ada pemenang

1956: Andersonville karya MacKinlay Kantor (World)
Belum diterjemahkan

1955: A Fable karya William Faulkner (Random)
Belum diterjemahkan

1954: Tidak ada pemenang

1953: The Old Man and the Sea karya Ernest Hemingway (Scribner)
Telah diterjemahkan:
1. The Old Man and the Sea
Penerjemah: ?
Terbit April 2008 oleh Selasar Surabaya Publishing

2. Lelaki Tua dan Laut
Penerjemah: Yuni Kristianingsih Pramudhaningrat
Terbit Mei 2008 oleh Serambi Ilmu Pustaka

3. Lelaki Tua dan Laut
Penerjemah: Sapardi Djoko Damono
Terbit 2001 oleh Pustaka Jaya

4. Lelaki Tua dan Laut --> Beda sampul
Penerjemah: Sapardi Djoko Damono
Terbit 1973 oleh Pustaka Jaya

1952: The Caine Mutiny karya Herman Wouk (Doubleday)
Belum diterjemahkan

1951: The Town karya Conrad Richter (Knopf)
Belum diterjemahkan

1950: The Way West karya A. B. Guthrie (Sloane)
Belum diterjemahkan

1949: Guard of Honor karya James Gould Cozzens (Harcourt)
Belum diterjemahkan

1948: Tales of the South Pacific karya James A. Michener (Macmillan)
Belum diterjemahkan

--- Sebelum tahun 1948 s.d. 1917, kategori ini berlabel "Novel"------

1947: All the King's Men karya Robert Penn Warren (Harcourt)
Belum diterjemahkan

1946: Tidak ada pemenang

1945: A Bell for Adano karya John Hersey (Knopf)
Belum diterjemahkan

1944: Journey in the Dark karya Martin Flavin (Harper)
Belum diterjemahkan

1943: Dragon's Teeth karya Upton Sinclair (Viking)
Belum diterjemahkan

1942: In This Our Life karya Ellen Glasgow (Harcourt)
Belum diterjemahkan

1941: Tidak ada pemenang

1940: The Grapes of Wrath karya John Steinbeck (Viking)
Telah diterjemahkan:
Amarah (Jilid Satu) dan Amarah (Jilid Dua)
Penerjemah: Sapardi Djoko Damono
Terbit 1999 oleh Yayasan Obor

1939: The Yearling karya Marjorie Kinnan Rawlings (Scribner)
Telah diterjemahkan:
The Yearling: Jody dan Anak Rusa
Penerjemah: Rosemary Kesauly
Terbit Maret 2011 oleh Gramedia Pustaka Utama

1938: The Late George Apley karya John Phillips Marquand (Little)
Belum diterjemahkan

1937: Gone With the Wind karya Margaret Mitchell (Macmillan)
Penerjemah: Tanti Lesmana
Terbit November 2002 oleh Gramedia Pustaka Utama

1936: Honey in the Horn karya Harold L. Davis (Harper)
Belum diterjemahkan

1935: Now in November karya Josephine Winslow Johnson (Simon & Schuster)
Belum diterjemahkan

1934: Lamb in His Bosom karya Caroline Miller (Harper)
Belum diterjemahkan

1933: The Store karya T. S. Stribling (Doubleday)
Belum diterjemahkan

1932: The Good Earth karya Pearl S. Buck (John Day)
Telah diterjemahkan:
1. The Good Earth (Bumi yang Subur) --> Beda sampul
Penerjemah: Giani Buditjahja
Terbit 2003 oleh PT Gramedia Pustaka Utama

2. The Good Earth : Bumi yang Subur (House of Earth #1)
Penerjemah: ?
Terbit 1978 oleh Gramedia Pustaka Utama

1931: Years of Grace karya Margaret Ayer Barnes (Houghton)
Belum diterjemahkan

1930: Laughing Boy karya Oliver Lafarge (Houghton)
Belum diterjemahkan

1929: Scarlet Sister Mary karya Julia Peterkin (Bobbs)
Belum diterjemahkan

1928: The Bridge of San Luis Rey karya Thornton Wilder (Boni)
Belum diterjemahkan

1927: Early Autumn karya Louis Bromfield (Stokes)
Belum diterjemahkan

1926: Arrowsmith karya Sinclair Lewis (Harcourt)
Belum diterjemahkan

1925: So Big karya Edna Ferber (Doubleday)
Belum diterjemahkan

1924: The Able McLaughlins karya Margaret Wilson (Harper)
Belum diterjemahkan

1923: One of Ours karya Willa Cather (Knopf)
Belum diterjemahkan

1922: Alice Adams karya Booth Tarkington (Doubleday)
Belum diterjemahkan

1921: The Age of Innocence karya Edith Wharton (Appleton)
Belum diterjemahkan

1920: Tidak ada pemenang

1919: The Magnificent Ambersons karya Booth Tarkington (Doubleday)
Belum diterjemahkan

1918: His Family karya Ernest Poole (Macmillan)
Belum diterjemahkan

1917: Tidak ada pemenang



Senin, 14 Maret 2011

Tiga Temanku yang Ceria



Heidi
Di antara ketiga gadis cilik itu, maka yang aku kenal pertama kali adalah Heidi. Bahkan aku mengenal nama Heidi, jauh sebelumnya, berpuluh tahun yang lalu, saat aku masih kecil. Karena Heidilah aku lebih menyukai gunung daripada pantai. Mawar gunung, sayur mayur, rumputnya yang subur, semuanya menciptakan sensasi luar biasa dalam otak bawah sadarku.
Dari Heidi, aku suka berkhayal bahwa suatu hari nanti akan ada keajaiban untukku seperti yang diberikan Tuhan kepada sahabatnya.
Sara, a Little Princess
Gadis kedua setelah Heidi, yang aku kenal. Sebagaimana Sara selalu menemukan kebahagiaan dalam hidupnya yang “dianggap” menyedihkan, sesungguhnya aku telah selalu berusaha menemukannya juga. Dulu (dan hingga kini). Dulu, ketika semua teman SMP ku berlari keluar dengan seragam olahraganya, maka aku hanya duduk diam di sudut kelas. “Sesuatu” yang menimpaku membuatku tak bisa melakukan gerakan seperti teman-temanku. Sedih? Hmmm … rasa takut dan kesepian yang aku rasakan. Takut karena nilai olahragaku merah dan tidak disapa guruku dengan ramah.
Meski begitu aku mendapatkan kegembiraanku, sebab saat-saat itulah aku bisa melakukan sesuatu yang membuat temanku membelaku di depan Pak Guru. Membantu PR akuntansi mereka.
Tak berat, sih, sebab sebenarnya aku hanya membuat kolom-kolom di buku-buku mereka dengan penggaris. Atau menjaga tas mereka yang kadang berisi uang, dan tak mungkin membawanya di lapangan. Apa yang lebih membuatku senang selain mendapatkan kepercayaan dan keakraban mereka?
Sara dapat menemukan kejutan-kejutan menyenangkan dari kamarnya yang sempit, panas, dan kosong, serta banyak tikus, aku ternyata juga menemukan dari kekurangan yang aku miliki.
Pollyanna
Hei … permainan sukacita Pollyanna adalah permainanku juga. Aku memilikinya sejak dulu. Hanya saja mungkin namanya yang berbeda. Permainannya sama dengan apa yang telah menjadi moto hidupku selama ini “Menemukan Hikmah dalam setiap Langkah”.
Pollyanna mengatakan pada Bibi Snow, bukankah sekarang ia justru punya waktu lebih banyak dengan melakukan hal berguna dengan tangannya? Siapa tahu justru pekerjaan tangan Bibi Snow bisa membantu sesama lebih banyak dan lebih baik, dibandingkan jika ia tidak sakit. Inilah hikmah yang harus diambil dari sebuah musibah.
Tentu saja,Tuan Pendleton harus gembira karena hanya kakinya yang patah, dan sebentara lagi bisa berjalan, daripada tak punya kaki sama sekali, bukan? Bahkan dengan itulah ia bisa mengenal Pollyanna yang ternyata putri dari …. sssttt … ini rahasia!
Seandainya sejak kecil aku tak punya permainan “sukacita”, aku pasti tak tahu untuk apa aku masih mempertahankan hidupku. Sebab sekadar bernapas itu bukanlah hidup. Benar, kan, Pollyanna. Makanya aku “dengan segala keterbatasanku” tentu saja ingin benar-benar hidup.
Baiklah Pollyanna, aku senang karena kita punya permainan yang sama. Sayang aku mengenalmu baru sekarang, setelah aku tua. Hm ... bersukacitalah karena aku akan mengajarkan permainan mencari hikmah untuk anak-anakku. Tentu itu!
Oh … Heidi, Sara, Pollyanna, bagaimana kalau kapan-kapan kita kopdar?