Kemarin saat antri dokter, saya diajak ngobrol seorang dosen seni. Bercelana jeans dengan ujung digulung, rambut panjang dikuncir. Bicaranya jelas dengan irama lambat. Khas dosen yang sedang menjelaskan sesuatu. Dia datang bersama istrinya.
Waktu itu,antrian kami beriringan. Saya dapat antrian tepat setelahnya.
Seperti biasa obrolan kami dimulai dengan pertanyaan tentang sakit masing-masing. Berlanjut dengan yang lebih berat yaitu tentang mafia obat, tax amnesti, hingga kebijakan pemerintah tentang bpjs.
Kali ini waktu menunggu yang biasanya membosankan jadi tak terasa.
Obrolan yang paling berkesan dan jadi selfreminder adalah tentang dunia pendidikan.
"Mbak tahu tidak menteri paling baik di Indonesia?"
Saya menggeleng.
"Fuad Hasan. Mengapa. Karena beliau membuat kurikulum yang membentuk mahasiswa menjadi pencipta karya. Mahasiswa yang kreatif, bukan mahasiswa yang suka mengutip tokoh ini itu. Sebetulnya inilah yang dibutuhkan Indonesia. Orang yang mengatakan 'menurutku' bukan mereka yang mengatakan 'menurut Socrates, Plato, Aristoteles. Bukan mereka yang mengatakan 'menurut ini dan itu'."
Saya tercenung. Ingat bagaimana dulu saya membuat skripsi. Hampir semua isinya berdasarkan teori ini dan itu. Mungkin karena itulah saya tak berani melanjutkan S2 dan saya tak bangga dengan isi skripsi saya. Not at all.
"Dunia pendidikan kita sekarang sangat rendah kualitasnya karena mereka lebih suka meniru, mengutip," lanjut si bapak.
Saya mengangguk-angguk. Lalu tercenung kembali mengingat naskah saya yang mentok. Ide saya sedang buntu sebuntu buntunya. Kreativitas saya sedang drop. Tapi, saya jadi bersemangat karena obrolan dengan bapak dosen tersebut.
Tiba-tiba pintu ruang praktik terbuka. Satu pasien keluar. Giliran si bapak dosen itu masuk.
"Maaf, saya duluan, ya, Mbak.Maaf lho karena obrolan saya yang ngalor ngidul. Maaf, ya."
Saya sungguh kagum dengan atitude bapak dosen satu ini. Saya masih ingin mengobrol banyak dengan beliau. Akhirnya giliran saya masuk untuk diperiksa. Bapak dosen itu masih di ruang dokter. Memang unik sih pengaturan pemeriksaan di tempat dokter ini. Untuk mengefisienkan waktu, ada dua orang pasien dalam satu ruangan. Hanya ada sekat tapi semi terbuka yang membatasi pasien satu dan pasien lainnya. Maka, saya dan pak dosen lagi-lagi berada dalam satu ruangan. Setelah selesai menangani pak dosen, dokter pindah meja untuk menangani saya.
"Saya pulang duluan ya. Semoga mbak cepat sehat," pak dosen itu menepuk bahu saya saat hendak pulang. Begitu juga dengan istrinya.
Saya pun menyambut tangannya dan mengucapkan harapan yang sama. Ah, semoga kita bisa bertemu lagi di tempat yang tidak sama, ya, Pak Bu.
Hari itu saya mendapat banyak pelajaran dari sebuah tempat praktik dokter. Sepertinya saya harus mulai tanamkan pada anak-anak untuk berani menciptakan karyanya sendiri. Menjadi dirinya. Menjadi orang yang bisa mengatakan "menurutku" bukan "menurut ini itu".
Salam kreatif
Rien Dj
Selasa, 17 Januari 2017
Kamis, 04 Agustus 2016
Hal-Hal yang Perlu untuk Diketahui Saat Naik Kereta Api
Kereta api memang transportasi yang selalu banyak diminati. Apalagi di musim liburan, entah long week end, Lebaran, atau hari-hari besar lainnya. Selain harganya cukup murah untuk kelas ekonomi bersubsidi, kereta apa juga relatif tepat waktu karena tidak terkendala macet. Kalaupun terlambat biasanya satu jam, kecuali saat-saat sangat ramai seperti lebaran kemarin.
Sebelum naik kereta api, hal-hal ini perlu kita ketahui agar naik kereta api jadi lebih mudah, tidak terjadi kesalahan atau malah ditolak petugas untuk naik.
Apa saja hal-hal yang perlu diketahui saat naik kereta api?
1. Pesanlah tiket jauh-jauh hari sebelumnya apalagi menjelang hari libur. Kalau perlu beli tiket PP sekalian.
Saat lebaran, saya memesan tiket 2 bulan sebelumnya, lho. Karena dengan begitu saya bisa memilih kereta yang harga tiketnya sesuai kantong juga dapat memilih tempat duduk untuk berempat. Biasanya PT KAI membuka tiket pemesanan 3 bulan sebelumnya.
2. Pastikan bahwa nama dan nomor KTP ditulis dengan benar saat mengisi form pemesanan.
3. Bisa membeli tiket via web KAI di sini. Melalui web kita bisa melihat gerbong dan tempat duduk mana saja yang sudah dipesan dan mana yang masih bisa dipesan. Selain itu kita tak perlu antri di loket. Hanya saja akan ada biaya administrasi sebesar kurang lebih 7500 per tiket. Tapi jika kita beli 4 tiket akan mendapat potongan biaya administrasi. Misalnya jika beli 4 biaya admin 30.000 maka akan dipotong menjadi 7.500 saja.
4. Bawa KTP saat berangkat untuk check in. Ketika hendak masuk peron, petugas akan meminta KTP kita dan akan mencocokkan dengan tiket kita. Jika tak membawa KTP boleh memakai kartu identitas kita yang lain misal SIM.
5. Tiket tidak bisa dialihkan kepada orang lain. Jadi, jika batal pergi, tiket tak bisa kita berikan kepada orang lain begitu saja. Tetapi kita bisa membatalkan pesanan maksimal 1 jam sebelum keberangkatan dan uang akan dikembalikan dengan dipotong 25 %. Uang akan diberikan 1 bulan kemudian :D
6. Anak-anak di atas usia 3 tahun harus memiliki tiket sendiri.
7. Pada kolom Identitas Anak diisi dengan tanggal lahir menggunakan angka. Contoh: 08-06-2016
8. Setiap penumpang memiliki satu kursi termasuk anak-anak. Tidak ada penumpang yang berdiri karena tidak kebagian tempat duduk.
![]() | |
| Kereta Api Bengawan (kelas ekonomi). Foto dokumen pribadi. |
10. Dilarang merokok di dalam kereta, baik di bordes maupun di toilet. Akan ada peringatan dari petugas melalui pengeras suara. Jika ketahuan merokok maka akan diturunkan di stasiun terdekat.
11. Fasilitas di kereta cukup baik, bahkan untuk kelas ekonomi tersedia air berlimpah dan AC. Jika AC mati atau malah terlalu dingin, penumpang bisa mengatakan kepada petugas. HP lowbat? Jangan khawatir karena ada 2 stop kontak di tiap bilik kereta. Kebersihan juga sangat dijaga dengan menyediakan dua kantong plastik di gantungan. Pada jam tertentu akan ada petugas yang membawa plastik superbesar untuk menampung seluruh sampah dari penumpang.
12. Penumpang bisa tukar tempat duduk dengan penumpang lain. Petugas yang mengecek tiket di dalam kereta tidak mempermasalahkannya.
13. Jangan khawatir salah turun stasiun karena di setiap stasiun petugas akan mengumumkan melalui pengeras suara di stasiun apa kereta berhenti. Petugas menggunakan dua bahasa: Indonesia dan Inggris. Yaa, kecuali kalau kita ketiduran dan tidak mendengar pengumuman :D
Langganan:
Postingan (Atom)


